Online betting_European online betting_Crown Gaming

  • 时间:
  • 浏览:0

SiIndonIndonesiIndonesian Footballan Footballesian FootballaIndonesian Footballpa sih yang nggak ingin punya jabatan tinggi? Selain berpenghasilan tinggi, jabatan pun Indonesian Footballmenawarkan kebahagian saat merasa dihormati orang-orang. Namun mendapatkan itu semua kamu mesti siap dengan segala resikonya termasuk nggak kunjung naik jabatan meski kamu sudah bekerja mati-matian. Untukmu yang kecewa karena sedang merasakan hal itu, ada baiknya kamu resapi 6 hal ini supaya kamu nggak kesal sendiri.

Kamu juga mesti ingat pula bahwa sejatinya dengan jabatan dan penghasilanmu yang sekarang ini kamu sudah hidup berkecukupan. Mestinya kamu meningkatkan rasa syukurmu kepada Tuhan atas nikmat yang diberikan olehNya. Lihatlah ke bawah, jangan melulu lihat ke atas. Boleh jadi justru malah kamu yang jarang bersyukur sehingga Tuhan enggan memerayakan kenikmatan lain kepadamu.

Nggak bisa dipungkiri bahwa naik jabatan termasuk hal yang menjadi kebanggaan. Nggak melulu soal gaji, melainkan juga sebagai bentuk kebanggaan. Pasti ada alasan mengapa meski sudah cukup lama bekerja, tapi kamu nggak kunjung naik jabatan. Namun sejatinya yang perlu kamu lakukan hanyalah tetap bersyukur kepada Tuhan. Sejatinya kamu masih tergolong beruntung dibanding mereka yang kerja dijalanan.

Saat temanmu lebih beruntung mendahuluimu naik jabatan duluan, kamu mesti mengontol sikapmu. Nggak perlulah sampai iri yang berlebihan, sebab sikap iri justru mengganggu kinerjamu. Kamu menjadi nggak fokus mengerjakan tugas-tugasmu. Kalau dibiarkan, peningkatan kerja yang kamu usahakan bisa menarik perhatian atasan bisa gagal kamu wujudkan. Ada baiknya kamu berprasangka baik bahwa mungkin belum waktunya.

Apabila semua kemungkinan telah kamu pertimbangkan –termasuk berbicara dengan atasan– tapi kamu masih tetap merasa nggak punya masa depan di perusahaan, maka jalan satu-satunya adalah berhenti. Semuanya telah kamu berikan, segala cara untuk meyakinkan telah kamu lakukan tapi hasilnya masih tetap nih. Kalau sudah begitu maka kemasi barang-barangmu dan pamitan dengan teman-teman, dan cari tantangan baru di luar.

Namanya juga penilaian, tentu punya standar sendiri yang barangkali berbeda dengan standarmu. Mungkin kamu sudah menganggap bahwa kinerjamu sudah maksimal dan lebih baik dari teman-teman kantormu yang lain, tapi bisa jadi atasanmu punya penilaian lain. Nggak ada salahnya untuk mengerahkan diri sekali lagi, benahi kekurangan diri, dan nyalakan api semangat untuk membuktikan kepada atasan bahwa kamu layak naik jabatan.

Semakin bertambah usia kebutuhan hidup pun semakin banyak, untuk memenuhi semuanya kamu jelas harus bekerja. Namun hidup nggak berhenti sampai di tercukupinya kebutuhan. Setelah bekerja pun ada hal lain yang mesti kamu raih jikalau menginginkan masa depan yang lebih baik, salah satunya adalah jabatan yang terpandang.

Rasa dongkol akibat nggak kunjung menerima kenaikan gaji kerap kali membuat orang berpikir ulang untuk melanjutkan bekerja di perusahaan –barangkali itulah yang sedang kamu rasakan. Namun jangan gegabah, jangan buru-buru resign. Pikirkan terlebih dahulu apa yang akan kamu lakukan setelahnya, dari mana pendapatanmu? Pikirkan juga kenyamanan yang sudah kamu peroleh di perusahaan, mulai dari gaji yang lumayan sampai lingkungan yang nyaman.

Daripada kesel lantas mengeluh sendiri nggak jelas, mendingan kamu orbolkan saja langsung keluh kesahmu kepada atasan. Hal apa yang kiranya jadi penyebab kamu nggak kunjung naik jabatan padahal kamu sudah lama bekerja di perusahaan. Nggak perlu takut atau segan, asalkan caramu menyampaikan keluhanmu dengan baik dan benar tentu nggak bakalan timbul masalah. Justru sebaliknya atasanmu jadi tahu keinginanmu.