Online Baccarat Cheating_Blackjack calculator_Baccarat Pack Winning Method_Football betting app download

  • 时间:
  • 浏览:0
MerekBlackjack bookmaker advantagea dibilang tak menghargai yang sedang berpBlackjack bookmaker advantageuasa lah, atau dibilang nggak sopan lah karena makan seenaknya di tempat umum. Padahal, apapun yang mereka lakukan nggak akan berpengaruh apa-apa dengan ibadahmu. Toh lancar dan berkahnya ibadah tergantung dari kuat atau tidaknya imanmu.

Kamu memang punya kewajiban untuk mengingatkan, tapi kan tak harus terkesan terlalu menggurui juga. Toh kamu sendiri masih sama-sama belajar memperbaiki keimanan dirimu sendiri. Lagi pula serba salah juga jadinya, kalau misalnya temanmu yang biasanya nggak alim tiba-tiba mendadak alim, eh justru kamu ledek sebagai pencitraan diri.

Apa kamu lupa bergunjing atau gibah ini dilarang oleh agama? Terus apa jadinya kalau kamu gibah di saat diri sedang menjalani puasa?

Itu tempat makan gimana sih bukan dikasih tirai aja, supaya yang makan nggak kelihatan sama yang lagi puasa. Huft….

Saat ada warung makan yang memutuskan untuk buka seperti biasa dari pagi, siang sampai sore, kamu udah ribut mempertanyakan perihal toleransi. Mempertanyakan, apa sih salahnya tutup dari pagi sampai siang, dan sore baru buka lagi? Toh puasa hanya sebulan saja.

Nah, kalau kamu meminta mereka menghargaimu, sebaiknya hargai juga mereka yang tak berpuasa. Jangan-jangan kamu masih belum paham bahwa mereka juga memiliki hak untuk menjalani rutinitas seperti biasa. Karena kamu bukan anak kecil lagi, hal-hal ini seharusnya nggak perlu dipermasalahkan.

Ya sudah lah ya, apapun alasannya temanmu ini pasti sudah tau konsekuensi atas pilihannya. Kamu cukup mengingatkan sesuai takaranmu. Kalau emang temanmu masih kuat dengan pilihannya, kamu kalem aja lagi!

Puasa itu kewajiban setiap muslim, An. Kamu sudah sedewasa ini masih nggak punya rasa tanggung jawab sama agamamu sendiri. Dosa loh kalau nggak puasa! Emang nggak sayang melewatkan bulan yang penuh berkah ini begitu aja?

Yah Si Nisa mah masih mending. Nah, Si Dika, udah cowok, badan gede, umur tua masa iya sampai sekarang nggak ikut puasa juga.

Anggap saja semua hal yang ada di bulan ini cobaan yang akan menempa kekuatan imanmu. Jangan juga melihat dan menilai dari satu kacamata saja, coba luaskan pandangmu sampai akhirnya toleransi itu mundul dan berkembang di dirimu.

Makan di manapun yang mereka mau itu hak pribadi yang harus kamu pahami. Jangan cuma menuntut hakmu sendiri. Kalau saling pengertian lebih baik, kenapa tak kamu terapkan saat ini? Nggak perlu lagi ya nyuruh mereka makan ngumpet-ngumpet. Sebab jika jadi mereka, rasanya pasti tidak nyaman dan bahkan tertekan.

Kamu nggak perlu membicarakan temanmu yang tak puasa ke teman yang lain. Selain mengganggu privasi mereka yang tak puasa, apa yang kamu lakukan ini bisa membuat puasamu sia-sia. Udah dosa, puasanya nol besar, ya rugi banget kan kamunya sendiri!

Bukan cuma lapar dan haus yang harus kamu tahan. Sebab hampir dalam aspek dirimu ini punya egonya masing masing. Sedangkan puasamu sendiri esensinya menahan semua hawa nafsu itu. Nah, masa iya hanya orang makan di depan kamu saja imanmu ini langsung goyah? Jawabannya udah pasti nggak lah, kan kamu bukan anak kecil lagi. Kamu sudah cukup dewasa untuk mengetahui keutuhan sebuah ibadah. Kamu juga sudah cukup tahu jika puasa ini bagian dari usaha setiap individu untuk kembali fitrah. Jadi bukan masalah besarkan jika ada teman atau siapapun yang makan di hadapanmu.

Gila, mending pindah agama aja sih mereka. Daripada setengah-tengah gini!

Di bulan suci Ramadhan ini ada banyak kemenangan yang bisa kamu dapat. Tapi untuk mendapatkannya ada banyak cobaan juga yang harus kamu lewati. Semua cobaan itu sebenarnya lebih banyak datang dari dalam dirimu sendiri. Hanya saja lingkungan sekitar sering ditunjuk sebagai penyebabnya. Orang-orang yang tak berpuasa yang biasanya terkena imbasnya.

Marhaban ya Ramadhan. Daripada kamu sibuk mengurusi warung yang buka atau orang-orang sekitar yang tak berpuasa. Lebih baik kamu fokus menjalani ibadahmu ini saja. Buat puasamu lebih bermakna dengan tak mengusik hal orang lain. Jangan lupa merangkul mereka dengan toleransi yang selama ini dibanggakan oleh bangsa kita ini.

Lah, kok kamu nggak puasa? Udah makannya di tempat umum, emang ngak malu tuh sama hijabnya?

Siapa tahu orang yang buka warung itu Muslim juga, dan mereka mencari rezeki untuk persiapan lebaran seperti mudik atau untuk membayar zakat. Kalau penghasilan utama mereka kamu batasi, lalu dari mana mereka mencukupi kebutuhan hidup yang serba meninggi ini? Coba direnungkan lagi, ya….

Eh, masa Nisa udah seminggu ini nggak puasa. Padahal halangannya udah pasti selesai.

atau

Idih…. kok enak kamu makan di deket orang puasa, bukan ngumpet-ngumpet. Cari tempat sepi gih!

Iya puasanya memang sebulan, tapi apa iya selama puasa mereka harus hidup dengan keuangan yang serba pas-pasan? Kan puasamu bukan larangan untuk mereka mencari rezeki. Kalau memang puasamu ini diniatkan untuk jadi ladang amal, tidak ada manfaatnya komplain dengan warung atau tempat makan yang buka di siang hari.

Namanya juga cewek, dalam sebulan itu pasti ada satu waktu di mana mereka berhalangan untuk melakukan ibadah seperti sholat dan puasa. Jadi harusnya kamu tak perlu kaget melihat temanmu yang berhijab makan di siang bolong. Toh semua orang juga pasti bisa menebak kenapa mbak-mbak berhijab ini makan.

Jadi bagaimana, masih ada yang kurang paham dengan kewajibanmu untuk mengerti hak mereka yang tak berpuasa? Udah ya, kamu yang kuat puasanya, semangat!

Petanyaannya sekarang, apa iya kamu mau disuruh makan ngumpet-ngumpet seperti mereka? Kalau kamu kebetulan ada di ruang publik, sedangkan laparnya perutmu tak bisa ditahan. Masa iya kamu harus bersusah payah mencari tempat sepi? Nggak dong