Lottery betting platform_Texas Hold'em game_Blackjack odds

  • 时间:
  • 浏览:0

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Itu hBoB globBoB global sports betting platformal sports bBoB global sports bettiBoB global sports betting platformng platformetting platformanya segelintir saja. Karena memang sewaktu SMA, kita sudah punya ekspetasi bermacam-macam setelah lulus sekolah. Lantaran pada masa itu kita hanya melihat saja dari orang lain. Kita sendiri belum diberikan banyak pilihan dan tanggung jawab penuh. Tak heran jika sewaktu SMA sudah ngayal macam-macam.

Harus rajin belajar bisa kuliah diluar negeri

Tetapi semua ekspetasi hanyalah menjadi ekspetasi semata. Dunia kuliah sudah menawarkan dunia yang berbeda. Kamu sudah mengambil kendali atas kuliahmu sendiri. Tidak seperti sewaktu SMA, dimana kamu belum diberi kendali 100%. Maka itulah banyak orang yang kuliah mulai belok kemana-mana. Kamu bisa saja tiba-tiba keluar diawal semester hingga masuk kuliah hanya pas ujian. Semua itu dikarenakan, cara berpikir kamu mulai berubah dan tidak ada yang mengawasi kamu. Dari situ, tidak sedikit yang beranggapan bahwa kuliah itu tidak penting dan nggak ada tujuannya.

Sewaktu sekolah memang kita sudah dituntut mendapat nilai bagus dalam semua mta pelajaran. Apabila ada satu mata pelajaran yang nilainya rendah, seakan rasanya kiamat sudah dekat. Belum lagi gunjingan dari orang tua dan guru selalu berkata

Tetapi semua itu sirna ketika kamu memasuki perkuliahan. Dalam kuliah, wujud nilai bukan berupa angka tetapi indeks. Antara A sampai dengan F. Entah alasannya mengapa institusi pendidikan tinggi menggunakan indeks sebagai penilaian. Karena menggunakan indeks dalam penilaian, sehingga penilaian berbasis angka tidak ada artinya lagi. Kamu yang mendapai nilai 80 dan 100 akan dihitung sama, karena sudah ada pengelompokan sendiri. Hal itulah yang membuat anak kuliah kebanyakan tidak terlalu mengejar nilai tinggi. Prinsipnya asalkan di atas nilai ketentuan, bisa dipastikan kamu seneng nggak ketulungan.

Daripada penasaran mending liat ilustrasi ini saja. Ilustrasi ini akan menggambarkan bagaimana kehidupan pada masa sekolah dan kehidupan masa kuliah. 

Harus Selesai Kuliah Tepat Waktu.

Sebenarnya mereka kuliah apa nggak sih?

Tujuan dari pendidikan adalah untuk belajar dan mendapat edukasi. Itu teorinya, namun pada kenyataannya tidak selaku seperti itu.

Waktu kuliah, kamu udah mulai malas membawa banyak buku. Mungkin masih rajin ketika semester awal, begitu masuk pertengahan semester kamu udah memakai "Satu Buku Untuk Semua" Semua mata kuliah kamu catat dalam satu buku, walau lebih banyak corat-coretan absurb daripada catatan perkuliahan.

Terkadang kamu terheran-heren karena melihat anak kuliah kok santai banget. Udah masuknya bebas, nggak pakai seragam. Ditambah nggak banyak buku yang dibawa.

Harus bisa nikah setelah kuliah

Ngaku aja deh kalau kamu sewaktu SMA udah mikirin macem-macem tentang dirimu dimasa depan..

Sadar atau tidak sadar kita kecenderungan suka membandingkan masa sekolah dengan masa kuliah. Baik yang sekarang masih sekolah atau yang sekarang masuk bangku universitas. 

Sewaktu sekolah, tujuan kamu hanya ingin lulus dan bisa kuliah diperguruan favorit kamu. Baik itu perguruan tinggi dalam maupun luar negeri. Karena untuk pendaftaran saja kamu harus mengkantongi nilai yang tidak sedikit, ditambah dengan saingan kamu dari seluruh Indonesia dan stok kursi yang terbatas. Membuat kamu mati-matian belajar agar bisa mendapatkan salah satu kursi yang ditawarkan.

Harus dapat pekerjaan setelah selesai kuliah

Sedangkan kuliah Strata, masih menggunakan buku sebagai media belajar walau pada akhirnya semua beralih kepada catatan sang dosen dan fotocopy-an.

Sayangnya mainset tersebut perlahan mulai luntur ketika kamu masuk perguruan tinggi. Diperguruan tinggi kamu sudah dituntut macam-macam. Selain belajar, kamu harus aktif berkegiatan di kampus. Akan ada masanya kamu diposisi dilematis. Aktif ikut kegiatan kampus, kuliah kamu acak-acakan. Begitu kamu fokus kuliah, dibilang mahasiswa Kupu-Kupu yang hanya ngejar IPK. Karena kondisi dilematis itulah, banyak yang mengambil jalan tengah yaitu hanya belajar apabila mendapat mata kuliah yang disinyalir susah untuk lulus dan dosen yang pelit nilai A dan B.

Mau jadi apa kamu kalau nilainya cuma segini?

Keduanya saling merawang bagaimana enaknya ketika sekolah atau kuliah. Pada saat kamu masih sekolah, kamu bakal pengen cepet-cepet kuliah karena bebas dan bisa masuk siang. Sedangkan yang kuliah justru sebaliknya, mereka bakal kangen masa sekolah karena mau ngapa-ngapain ada temen jadi terasa gampang. Bukan berarti ketika kuliah nggak ada temen, hanya teman-teman kamu sudah mempunyai prioritasnya sendiri dan belum tentu sama dengan kamu.

Sesuai dengan ketentuan sewaktu sekolah, satu buku untuk satu mata pelajaran. Belum ditembah dengan buku catatan atau buku lain-lain. Rasanya beban gimana gitu. Lantaran dalam satu hari harus membawa tas yang penuh dengan buku. Ditambah ancaman dari guru kita, kalau nggak bawa buku langsung diusir keluar kelas atau disetrap sampai jam istirahat.

Jadi begini, sewaktu sekolah memang dijejelin banyak pelajaran. Bahkan hal-hal yang mungkin nggak akan dipakai dalam pekerjaan. Belum lagi, setiap pelajaran harus membawa buku tertentu. Dalam satu pelajaran, kamu bisa membawa 2 atau 3 buku sekaligus. Itu belum termasuk fotokopian atau catatan dari guru kamu.

Bedanya dengan anak kuliah adalah sistem saja. Dalam perkuliahan dibagi dalam dua kategori, yaitu Strata dan Vokasi. Strata itu ya kuliah S1, sedangkan Vokasi adalah kuliah jenjang diploma sepeti D3. Kalau kamu meihat ada teman kamu yang setiap kuliah nyaris nggak pegang buku, bisa dipastikan teman kamu kuliah Vokasi.