Baccarat odds_Indonesia Super Quiz_Casino platform registration

  • 时间:
  • 浏览:0

SementBaccarat Lucky Sixara untuk pubertas kedua, Baccarat Lucky SBaccarat Lucky SixixiniBaccarat Lucky Sixlah yang agak meresahkan bagi pasangannya, mengingat pubertas kedua ini terjadi ketika cowok seharusnya sudah berkeluarga, yakni usia 40 tahun ke atas. Sama saja seperti puber pertama, cowok akan cenderung menjadi lebih ‘nakal’. Biasanya juga, cowok di usia ini merasa muda kembali. Seperti fenomena om-om hidung belang. Itu adalah salah satu produk pubertas kedua cowok. Cukup meresahkan, ya?

Contoh paling nyata dalam kehidupan kita, bisa dilihat dari seberapa banyak cowok-cowok di usia tua yang masih bersikap seperti anak muda. Preman, pengguna narkoba, bandar judi, hingga melalukan perselingkuhan. Jelas meresahkan, bukan? Memangnya masa mudamu ngapain aja sih?

Nah, kalau misalnya, kamu terlibat dalam kasus dengan pihak berwajib, siapa yang bakal merugi? Jelas anak dan istrimu, bukan? Kecuali kamu masih jomblo di usia ini. Lagipula, harusnya kamu habiskan dulu semua kenakalanmu di masa muda, sebelum memutuskan untuk menikah. Itu akan jauh lebih baik, Boys!

Pada dasarnya, cowok boleh nakal dan memang harus nakal saat masih muda. Sebab ketika mereka dewasa dan sudah berkeluarga, mereka akan bisa lebih menghargai kehidupan secara lebih matang. Berbeda bagi mereka yang telat nakal. Jadi, sudahkah kamu melakukan kenakalan di usia mudamu, Boys?

Nakal di usia tua—kita persingkat jadi telat nakal—ini jelas meresahkan dan merugikan banyak pihak. Pertama, masyarakat yang merasa was-was dengan keberadaan dan perbuatanmu. Kedua adalah keluargamu sendiri. Bagaimana bisa menjalani hidup bersama dengan seorang pria yang masih melakukan kenakalan remaja seperti itu? Sebab pada dasarnya, kenakalan yang terjadi pada cowok di usia seperti ini terbilang kriminalitas.

Ya, setiap cowok pasti mengalami masa puber di hidupnya. Bahkan, konon cowok-cowok ini akan merasakan pubertas sebanyak dua kali. Pertama ketika dia remaja dan kedua saat dia telah memasuki usia kepala empat. Secara garis besar, kedua masa pubertas cowok ini hampir sama saja. Banyak gojolak batin yang cowok rasakan. Khusus untuk masa puber pertama, dia akan menjadi lebih ‘nggak terkontrol’ karena dia tengah mencari jati dirinya, pembuktian darah muda, hingga haus akan hal-hal baru yang belum dia ketahui.

Tapi adalah yang sangat wajar ketika cowok mengalami pubertas ini berubah menjadi nakal. Bahkan, bisa dikatakan, memang sudah seharusnya cowok menjadi nakal di masa-masa seperti ini. Melakukan banyak hal dengan darah muda yang selalu berapi-api, menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang, mengenal dunia luar yang begitu kompleks. Motivasi mereka cuma satu, mengenal kehidupan dan jati diri mereka yang sesungguhnya. Justru, hanya dengan cara seperti ini, mereka bisa memaknai hidup mereka sendiri.

Setiap orang pasti akan atau sudah melewati masa puber. Masa transisi di mana dia yang tadinya kanak-kanak, memasuki usia remaja, hingga dewasa. Tentu cowok dan cewek mengalami perubahan yang berbeda di masa ini. Biasanya sih, untuk cowok, sebagian besar mereka akan melewati masa ini dengan jalan yang lebih ‘gokil’. Istilah kerennya adalah menjadi seorang bad boy atau cowok nakal.

Padahal istilah ini sebenarnya kurang tepat, mengingat mereka melakukan hal itu cuma karena dia tengah mencari jati diri mereka sendiri, mencari tahu hal-hal baru yang ada di kehidupan. Rasanya memang wajar sih, ketika cowok-cowok seumur jagung melakukan kenakalan, dari urusan cinta hingga masalah yang lainnya.

Hal yang membedakan pubertas cowok di usia remaja dan di usia tua adalah kemampuannya dalam mengontrol dan menjaga emosi. Mungkin kalau remaja, dia lebih membebaskan diri dari peraturan yang ada. Sangat berbeda dengan pubertas kedua cowok. Tapi yang jadi masalahnya adalah ketika cowok di pubertas pertama nggak melakukan banyak hal luar biasa, dan malah melakukannya di saat pubertas kedua. Inilah yang jadi masalah serius, nggak cuma bagi dirinya sendiri, tapi bagi banyak orang.