Mengenal Plepah, K「Gaming Network」omunitas yang Kembangkan Wadah Makanan Ramah Lingkungan

  • 时间:
  • 浏览:0

Baca juga: 5 Manfaat Zero Waste Cooking, Tren Kurangi Sampah Makanan

"KamGamiGaming Networkng NGaming Networketworki fokusnya memberdayakan masyarakat di area konservasi tersebut supaya ada produktivitas lain dan peningkatan ekonomi,” lanjutnya.

Nantinya, bahan-bahan tersebut diolah menjadi bubur (pulp) sebelum akhirnya direkatkan menggunakan perekat alami.

Saat ini, Plepah sedang bekerja sama dengan Pusat Penelitian Biomaterial LIPI di Cibinong, Jawa Barat, untuk mengembangkan bahan-bahan alami lain sebagai alternatif kemasan sekali pakai.

Dalam pengoperasiannya, Plepah menggunakan skema micro manufacturing.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

“Apalagi intervensi pertama kami berada di tengah-tengah perkebunan karet dan kelapa sawit," kata Rengkuh.

Baca juga: Alternatif Bungkus Makanan Mentah dan Matang Selain Kantong Plastik

Skema tersebut dipilih agar teknologinya bisa diadaptasi oleh masyarakat di pedesaan, terutama di area-area terpencil.

Dari riset ini, muncul inovasi yang berhasil membuat limbah tak bernilai yaitu pelepah pinang menjadi wadah makanan ramah lingkungan.

Wadah makanan dari pelepah pinang ini diolah dengan tepat sehingga tahan panas, tahan air, dan tahan minyak. Masa hancur wadah tersebut hanya butuh 60 hari.

Adapun, bahan-bahan yang sedang mereka teliti adalah batang pohon pisang, sorgum, tongkol jagung, serat kelapa, dan bambu.

KOMPAS.com - Sebuah organisasi Footloose Initiative memulai riset tentang kemasan ramah lingkungan yang sistemnya berbasis komunitas bernama Plepah pada tahun 2018.