Baccarat Sports_Weide official website_Crown Football Betting Network_Indonesia Casino

  • 时间:
  • 浏览:0

Di zCCrown official websiterowCrown official websiten official websiteaman serCrown official websitebacanggih ini, tak semua orang harus bersikap logis dan pragmatis. Sah-sah saja kalau ingin percaya pada berbagai mitos seperti zodiak, shio, primbon, dan sifat berdasarkan golongan darah. Keempat kepercayaan itu tak sepenuhnya bisa dijelaskan secara ilmiah. Lantas kenapa orang-orang percaya?

“Aku suka baca artikel dan buku tentang sifat orang berdasarkan golongan darah. Karena penasaran bener atau nggak, aku pun merhatiin dan tanya-tanya orang di sekitarku. Ternyata sebagian besar sifat mereka cocok sama yang kubaca dulu,” kata Puri (27 tahun), yang pernah menerapkan ilmunya saat bekerja jadi negosiator dan public relation.

Dalam rangka kampanye #KononKatanya, Hipwee mengadakan survei seputar mitos. Isinya adalah pertanyaan tentang tingkat kepercayaan orang-orang pada zodiak, shio, primbon, dan sifat berdasarkan golongan darah. Survei ini dibuka selama 10 hari, yaitu pada 15-24 Juli 2019. Terkumpul jawaban dari para responden yang mencakup 35 persen laki-laki dan 39 perempuan. Kebanyakan responden berusia 20-an tahun.

Walau bisa dijelaskan melalui berbagai diagram pergerakan benda langit, rupanya sifat berdasarkan zodiak belum sepenuhnya diterima oleh masyarakat. Sebab selain zodiak, ada berbagai faktor yang dapat menentukan sifat seseorang seperti keluarga, lingkungan, pendidikan, dan sebagainya. Karena itulah penilaian berdasarkan zodiak saja dianggap kurang valid. Sedangkan ramalan bintang harian dicurigai bukan dibuat oleh ahli astrologi. Maka banyak orang yang membacanya hanya untuk iseng. Di sisi lain, tetap ada sejumlah orang yang memercayai zodiak dan menjadikannya semacam bantuan saat kesulitan.

Hasil survei tentang kepercayaan pada golongan darah via www.hipwee.com

Hasil survei kepercayaan pada zodiak & ramalan bintang harian via www.hipwee.com

Berdasarkan hasil survei ini, disimpulkan kalau orang-orang paling percaya pada golongan darah. Salah satu alasannya karena golongan darah lebih bisa dijelaskan secara ilmiah. Sementara itu, orang-orang paling tidak percaya pada shio. Sebab shio dianggap paling abstrak dan kurang dekat dengan rakyat Indonesia karena berasal dari China. Bagaimana denganmu, apa mitos yang paling kamu percayai?

Jumlah orang yang “percaya” dan “sangat percaya”:

Hasil survei menyatakan kalau tidak ada orang yang sangat percaya terhadap shio, 13,3% orang percaya, 38,3% orang biasa saja, 11,7% orang tidak percaya, dan 36,7% orang sangat tidak percaya. Bisa dilihat kalau sedikit sekali orang yang percaya shio.

Hasil survei menyatakan kalau 6,7% orang sangat percaya, 25% orang percaya, 26,7% orang biasa saja, 16,7% orang tidak percaya, dan 25% orang sangat tidak percaya. Dibandingkan ketiga mitos sebelumnya, ternyata sifat berdasarkan golongan darah adalah yang paling banyak dipercayai.

Orang-orang percaya pada golongan darah karena dianggap lebih bisa dijelaskan secara ilmiah. Golongan darah memang diturunkan melalui gen dari orangtua ke anak. Orang yang memiliki antigen (mineral dalam sel darah merah) yang berbeda akan memiliki golongan darah yang berbeda pula. Pada 1970-an, jurnalis Jepang bernama Masahiko Nomi melakukan penelitian pada 10.000 responden dan mendapat hasil kalau golongan darah memang dapat memengaruhi sifat manusia. Itulah yang membuat orang-orang makin percaya.

Berdasarkan hasil survei, ternyata 1,7% orang sangat percaya, 18,3% orang percaya, 38,3% orang biasa saja, 11,7% orang tidak percaya, dan 30% orang sangat tidak percaya. Itu berarti lebih banyak orang yang tidak percaya pada zodiak dan ramalan bintang harian.

Dibandingkan zodiak yang dibedakan setiap satu bulan, shio memiliki pembagian yang sangat luas kendati jumlahnya sama-sama dua belas. Shio hanya mengalami pergantian tiap satu tahun sekali, yaitu saat Tahun Baru Imlek. Itulah yang membuat shio dianggap kurang akurat dibandingkan zodiak. Apalagi, kepercayaan ini berasal dari Cina dan biasanya hanya diajarkan di kalangan Tionghoa.

Yuk langsung simak hasil survei beserta alasan mereka percaya pada mitos!

Ternyata banyak anak muda yang tak percaya primbon karena sudah jauh dengan budaya Jawa. Primbon justru dianggap sebagai ilmu yang kurang praktis. Contohnya saat hendak menikah, orang yang masih percaya primbon akan mencari tanggal pernikahan berdasarkan kecocokan weton atau tanggal lahir. Padahal tanggal pernikahan yang diperoleh belum tentu sesuai dengan keinginan dan kemampuan. Walau demikian, tetap ada anak muda yang percaya primbon dan menerapkannya dalam kehidupan.

Berdasarkan hasil survei, ternyata 5% orang sangat percaya, 13,3% orang percaya, 36,7% orang biasa saja, 10% orang tidak percaya, dan 35% orang sangat tidak percaya. Bisa dilihat kalau lebih banyak orang yang tidak percaya pada primbon. Hasil ini mengejutkan, sebab sebagian besar responden adalah orang Jawa.

“Ayahku Tionghoa, sedangkan ibuku Jawa. Karena itulah aku cukup dekat sama shio. Kami ngambil ramalan shio tiap Tahun Baru Imlek. Kalau udah ketahuan dapat nasib baik atau buruk, tinggal mikir harus gimana biar bisa bertahan tahun itu,” kata Bella (25 tahun), perempuan yang pernah bergabung dalam komunitas Tionghoa di kampusnya.

“Kadang-kadang aku bingung apa yang harus dilakukan kalau ketemu orang asing. Dengan tahu zodiaknya, aku bisa dapat gambaran kayak apa sih sifat orang itu dan gimana cara menghadapinya,” kata Bima (24 tahun), lelaki yang sering membicarakan zodiak dengan teman-temannya.

“Dulu aku pingin menikah bulan Januari. Tapi setelah dihitung berdasarkan weton, dapatnya bulan Juli. Aku sih nurut aja. Kata orang Jawa, kalau orang tua udah ngendika (bicara), sebaiknya jangan dilanggar. Takut terjadi apa-apa,” kata Panggah (26 tahun), generasi kelima di keluarganya yang percaya primbon.