Malaysia Gambling Network_BetVictor_Bali Casino_How to play baccarat

  • 时间:
  • 浏览:0

Ayok MenulBaccaraBaccarat Live EntertainmentT Live Entertainmentis!

Panduan menulis Listicle

Panduan menulis NarasiPanduan menuliskan sumber gambarPanduan menulis di Hipwee

PanBaccarat Live Entertainmentduan menulis di Hipwee Community

Ketika Azry menjadi penulis di Hipwee, ia mencoba berusaha menjawab, berbagai tips dan informasi kepada semua pembaca Hipwee. Alasannya jelas karena tulisan bukan hanya untuk pencapaian atau pamer karya saja, namun lebih kepada sharing edukasi, informasi dan bermanfaat walaupun jika ada karya komedi yang cenderung kepada entertain. Karena generasi memang diciptakan beriringan dengan informasi dan pedoman jalan hidup yang berbeda. Pentingnya menganalisis lingkungan sekitar dan keresahan dari berbagai kaum Milenial dan Gen Z menurut Azry juga teermasuk sisi lain dari kegiatan yang menarik.

Sampai sekarang sudah banyak artikel dia yang terbit di Hipwee dan menarik serta inspiratif tentunya. Untuk mengetahui artikelnya, kamu bisa klik di sini.

Ternyata berawal dari iseng, menulis bisa bikin ketagihan. Memang, proses dalam menulis tidaklah mudah. Mulai dari mengumpulkan ide-ide, kemudian menulisnya dengan tata bahasa yang baik kemudian melalui proses revisi ketika ada argumen yang kurang detail, dan tak lupa ada tahap akhir yaitu publikasi. Dengan semua proses panjang ini tak jarang para penulis malah ketagihan untuk terus mengasah kreativitas dalam menulis serta mengembangkan tulisan mereka agar bermanfaat bagi pembaca dan bisa jadi referensi baru untuk mereka.

Karena semua bisa jadi penulis dan ceritamu selalu layak dibagi.

Muhammad Azry Zulfiqar, menulis dari keresahan dan fenomena sekitar

Untuk semua yang memiliki minat dan hobi menulis terutama kepada seluruh author Hipwee, memperkenalkan tulisan-tulisan para penulis di Hipwee lebih dari sekedar kepada capaian apapun dan menggunakan platform semata. Karena yang terpenting adalah sharing dan menyampaikan informasi apapun tujuannya. Karena memang komunikasi langsung itu terbatas, jadi menyampaikan sesuatu dan berbagi hal yang bermanfaat bisa melalui Hipwee sebagai media terbaik.

Tiap bulannya Hipwee akan memilih kontributor terbaik, dan kontributor yang terpilih akan mendapatkan hadiah menarik dari Hipwee. Nah penasaran kan, siapa aja kontributor terbaik edisi Februari 2021? Yuk intip profil mereka.

Selain itu, menulis juga dapat menjadi sarana untuk mengembangkan hobi yang dapat mengasah potensi dan kreativitas seseorang. Ya! Sama seperti kata pepatah, “sambil menyelam minum air”. Hobi dan skill menulis terasah, sambil bisa memberikan manfaat untuk orang lain, seperti ketiga kontributor terbaik kita bulan Februari ini!

Cinansa Muthia Dewani, berawal dari tugas kuliah menjadi kegemaran

Dewi Suci Ramadhani, menulis sebagai media curhat

Selain menjadi media penyampaian pesan, menulis juga bisa menjadi media pengembangan diri seseorang

Dewi jadi belajar banyak tentang menemukan gaya penulisan yang cocok dan nyaman, juga eksplor topik-topik yang dia sukai. Kebetulan ia memiliki salah satu teman yang lebih dulu jadi kontributor di Hipwee, tentu hal ini membuatnya penasaran. Akhirnya ia mencoba membuka website Hipwee dan membaca-baca artikelnya. Mulai dari situ dia jadi tertarik untuk menulis artikel di Hipwee dan memutuskan untuk buat akun Hipwee. Dewi mulai menulis hal-hal yang dia sukai seperti traveling dan musik. Ia belajar banyak selama jadi kontributor dan secara tidak langsung Hipwee juga membantunya berkembang untuk selalu berusaha konsisten menulis, membuat tulisan yang bermanfaat untuk pembaca dan bisa jadi referensi baru untuk mereka.

Perempuan kelahiran Kota Kembang yang akrab disapa Cici ini, memiliki tujuan awal menulis artikel di Hipwee yang hanya sebatas untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia saja. Kemudian dirinya berpikir bahwa dengan menulis artikel di Hipwee, Ia dapat menyampaikan dan mempublikasikan hasil pemikiran serta opininya yang mungkin bisa bermanfaat bagi orang lain.

Dewi tak pernah menyangka bakal terjun di dunia kepenulisan sampai akhirnya kenal Hipwee waktu tahun 2017. Waktu itu posisinya sedang menjalani tingkat akhir dan lagi seneng-senengnya curhat lewat tulisan. Akhirnya Dewi mencoba membuat blog dan sharing tentang pengalaman travelingnya. Ia merasa kalau ternyata menuangkan isi kepala lewat tulisan itu asyik dan sangat menyenangkan. Ini hal yang baru untuknya karena background pendidikannya yang bukan bidang media.

Sampai sekarang sudah banyak artikel dia yang terbit di Hipwee dan menarik serta inspiratif tentunya. Untuk mengetahui artikelnya, kamu bisa klik di sini.

Yang penting tulis aja dulu, dengan begitu akan mudah bagi aku untuk menuangkan ideku ke dalam tulisan.

Sampai sekarang sudah banyak artikel ia yang terbit di Hipwee dan menarik serta inspiratif tentunya. Untuk mengetahui artikelnya, kamu bisa klik di sini.

Akhirnya Cici mulai menulis artikel di sela-sela waktu kuliah atau saat libur. Sebagai seorang pemula, memang bukan hal yang mudah untuk menulis sebuah artikel. Tapi kunci utama yang harus dimiliki yaitu kemauan untuk memulai dan belajar menurutnya. Tidak perlu bingung memikirkan tentang tata bahasa yang baik atau artikelnya menarik atau tidak. Keterampilan menulis akan terus berproses dan berkembang seiring berjalannya waktu ketika kita semakin sering menulis.

Nah, mau seperti mereka juga? Ayo tulis dan buat artikelmu dengan klik “Tulis Artikel” di pojok kanan atas halaman Hipwee, jangan lupa untuk menyebarkannya di sosial media kalian ya, supaya kamu dapat menginspirasi anak muda Indonesia lebih dan lebih lagi. Karena setiap bulannya Hipwee akan memilih kontributor-kontributor terbaik untuk Hipwee ulas dan akan kita kirimkan kejutan ke rumahmu.

Sebagai pribadi yang bisa dibilang ambivert dan agak random, namun ketika sisi setengah introvertnya muncul Azry lebih suka menulis. Jarinya memang menyukai hal menulis entah apapun itu. Menulis di Handphone, Laptop dan Blog miliknya, yang memang memberikan rasa lega untuk mengatakan sesuatu.

Tujuan Azry menulis di Hipwee bukan soal kuantitas produktif saja. Tapi lebih kepada masalah matang yang umumnya belum ditemukan penyelesaiannya. Berusaha untuk menjadi problem solving bagi semua pembaca lewat tulisan juga bermakna lebih karena banyaknya pembaca yang belum pernah berjumpa tetapi mungkin memiliki masalah yang sama dengan tulisan yang dia tulis di Hipwee. Mencoba menjawab keresahan dan menulis topik tentang fenomena sekitar menjadikan semua kata menjadi berguna bagi sesama.